Parpol Pinta Disdukcapil updating Warga Meninggal Dunia Keterangan Foto : Abdurrani wakil ketua Partai Golkar dalam wawancara di sela-sela acara Rapat Pleno Pemutakhiran daftar Pemilih berkelanjutan, senin (10/8)

Parpol Pinta Disdukcapil updating Warga Meninggal Dunia

(Sukadana, Kayong Utara. 10/08/2020). Partai Politik (Parpol) meminta Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kayong Utara (Disduk Capil KKU) agar lebih serius mendapatkan data warga yang meninggal dunia lebih cepat. Data tersebut sangat besar manfaatnya untuk berbagai kebutuhan  diantaranya bagi KPU Kabupaten terkait Pemutakhiran data Pemililh Berkelanjutan.

Hal itu dikatakan Abdurrani wakil ketua Partai Golkar di sela-sela acara Rapat Pleno Pemutakhiran daftar Pemilih berkelanjutan, senin (10/8) di Kantor KPU Jalan Bhayangkara- Sukadana.

Menurutnya data warga yang meninggal dunia ini merupakan salah satu persoalan pemantik masalah baik dalam pemilu dan pemilihan di Indonesia, bahkan lebih jauh lagi dia juga mengatakan kealpaan tentang mendapatkan data warga yg meninggal dunia bisa saja mendatangkan persoalan yg lain seperti akan menjadi persoalan beban Pemkab yang tetap membayar BPJS nya pada hal yg bersangkutan telah meninggal dunia.

“Coba kita ingat bersama, munculnya istilah di masyarakat warga yang sudah meninggal dunia masih disuruh memilih atau warga yang sudah meninggal masih diantar surat untuk memilih pada saat hari pencoblosan, itukah  karena warga yang sudah meninggal masih dicatat dalam DPT dan diantarkan surat pemberitahuan untuk memilih menjelang hari pencoblosan’, ungkap Abdurrani.

Mantan camat Simpang Hilir itu juga mengatakan, khusus warga yang meninggal dunia ini kalau mereka sudah wajib memilih dalam Pemilu maupun Pemilihan mungkin kita bisa mendapatkan datanya  seperti di KPU yaitu  data yang Tidak Memenuhi Syarat (TMS) sebagai pemilih.

“Tapi bagi warga yang telah meninggal dunia masih di bawah umur dan belum berhak memilih pada pemilu dan pemilihan tentu ini akan menjadi persoalan terutama dalam updating kependududkan di KKU,” ungkapnya.

Karenanya dia meminta agar Disdukcapil sebagai dinas yg mengurusi kependudukan, mencari formula yang tepat agar  warga yang lahir dan meninggal dunia dapat diupdating seakurat dan secepat mungkin. (eko)